Bangkinang – Topikutama. Com | Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan bahan makanan bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Bahan Makanan (Simonev Bama) Versi 2 yang diselenggarakan oleh Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi, Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh jajaran petugas terkait.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber Retno Shofiana Hartinah yang memaparkan secara komprehensif terkait implementasi aplikasi Simonev Bama Versi 2. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem terintegrasi guna mendukung proses monitoring dan evaluasi bahan makanan secara lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan kegiatan di Lapas Kelas IIA Bangkinang dipusatkan di ruang sekretariat, dengan diikuti oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto dan jajaran Pegawai Lapas Bangkinang . Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias guna memahami secara mendalam penggunaan aplikasi terbaru tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Suroto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyelenggaraan makanan bagi warga binaan.
“Melalui Bimtek Simonev Bama Versi 2 ini, kami berharap seluruh jajaran dapat memahami dan mengimplementasikan sistem dengan baik, sehingga pengelolaan bahan makanan menjadi lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Hal ini tentu berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada warga binaan,” ujar Suroto.
Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi penggunaan teknologi informasi merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola pemasyarakatan yang modern dan profesional.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bangkinang diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Simonev Bama dalam penyusunan laporan bahan makanan secara akurat dan terintegrasi, sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal demi terwujudnya pelayanan yang prima dan berstandar tinggi.











