Bangkinang – Topikutama. Com | Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menyambut hangat kunjungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Satuan Pendidikan Nonformal – Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) dalam rangka memperkuat pelaksanaan program pendidikan nonformal bagi warga binaan, Selasa (28/04/2026).
Kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di lingkungan Lapas Bangkinang, meliputi Program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), hingga Paket C (setara SMA). Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi warga binaan, sehingga mereka tetap memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri meskipun sedang menjalani masa pembinaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Dinas Pendidikan bersama Kepala Sekolah SPNF-SKB menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pendidikan nonformal di Lapas Bangkinang. Mereka menilai bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
“Kami sangat menyambut baik sinergi ini. Pendidikan kesetaraan bukan hanya sekadar program, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang lebih berkualitas, termasuk bagi warga binaan,” ujar Kabid Dinas Pendidikan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SPNF-SKB juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan layanan pendidikan yang optimal dan berkelanjutan.
“Kami siap mendampingi dan memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, sehingga warga binaan dapat merasakan manfaat nyata dari program ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung penuh program pendidikan nonformal sebagai bagian dari pembinaan yang berorientasi pada perubahan positif.
“Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk warga binaan. Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas nanti,” ujar Alexander.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan SPNF-SKB menjadi langkah strategis dalam menciptakan pembinaan yang lebih komprehensif.
“Kami percaya bahwa pembinaan yang efektif tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan adanya program pendidikan kesetaraan ini, kami berharap warga binaan dapat memiliki bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk kembali berkontribusi di masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi dan koordinasi teknis terkait pelaksanaan program pendidikan ke depan, termasuk mekanisme pembelajaran, tenaga pengajar, serta evaluasi hasil belajar warga binaan. Sinergi yang terjalin ini diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi seluruh warga binaan di Lapas Kelas IIA Bangkinang.












