Pekanbaru – Topikutama. Com | Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pekanbaru memberikan penghargaan kepada pegawai yang telah mengharumkan nama institusi dalam ajang internasional The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang diselenggarakan di Bali, Indonesia.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif pegawai Bapas Kelas I Pekanbaru sebagai speaker dan penulis proposal yang diterima dalam forum internasional tersebut.
Pegawai yang menerima penghargaan sebagai speaker pada kegiatan internasional tersebut yaitu M. Nur Syamsu, Amimma Nurti Lusdiana, Yohanes Nafta Irawan, Kharisma Lana Barus, dan Putri Laura Arzethy. Keikutsertaan mereka sebagai pembicara dalam forum dunia tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bapas Kelas I Pekanbaru sekaligus membuktikan kapasitas sumber daya manusia pemasyarakatan Indonesia di tingkat internasional.
Selain penghargaan kepada para speaker, Bapas Kelas I Pekanbaru juga memberikan apresiasi kepada pegawai yang proposal penelitiannya diterima dalam The 7th World Congress on Probation and Parole 2026. Penghargaan tersebut kepada 31 orang pegawai dan dibagi menjadi 9 kelompok penulisan Proposal yang telah bekerja sama menyusun Proposal dan karya ilmiah sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ilmu Pemasyarakatan. Penerimaan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa gagasan dan inovasi yang dihasilkan mampu bersaing dan mendapat pengakuan dalam forum global yang membahas perkembangan probation, parole, dan pembimbingan kemasyarakatan.
Kepala Bapas Kelas I Pekanbaru menyampaikan bahwa penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta semangat berkarya dalam mendukung transformasi sistem pemasyarakatan dan pembimbingan kemasyarakatan yang semakin modern dan berstandar internasional.
The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 sendiri merupakan forum internasional yang mempertemukan praktisi, akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan penguatan kolaborasi global dalam bidang probation dan parole.






